PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan Laporan Program Pemberdayaan Kelurahan (PPK) melalui Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) se-Kota Pekanbaru. Program ini menjadi instrumen strategis Pemko Pekanbaru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Hal ini disampaikan Agung saat Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2025 UEK Fajar Kehidupan di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, Kamis (22/1/2026).
Menurut Agung, UEK-SP dibentuk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, mendorong kreativitas warga berpenghasilan rendah, menyerap tenaga kerja sektor informal, dan melindungi masyarakat dari praktik rentenir. Dana hibah kelurahan dikelola langsung oleh masyarakat untuk pengembangan usaha mikro dengan prinsip kebersamaan dan kemandirian ekonomi lokal, mirip koperasi.
“UEK-SP hadir untuk memberikan akses permodalan yang mudah, adil, dan dikelola secara transparan. Program ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi kelurahan secara nyata,” ujarnya.
Kinerja UEK-SP Fajar Kehidupan
Salah satu UEK-SP yang menonjol adalah Fajar Kehidupan, Kelurahan Muara Fajar Timur. Hingga 2025, total perguliran dana UEK-SP mencapai Rp16,304 miliar, dengan jumlah pemanfaat sebanyak 1.411 orang (876 laki-laki, 535 perempuan). Dana simpan pinjam bergulir sebesar Rp8,90 miliar dengan 1.092 pemanfaat.
Tingkat pengembalian dana menunjukkan capaian tinggi, yakni 99,85 persen untuk UEK dan 99,81 persen untuk simpan pinjam. Total simpanan anggota mencapai Rp1,935 miliar, sedangkan sisa hasil usaha (SHU) 2025 sebesar Rp184,95 juta. UEK Fajar Kehidupan meraih peringkat pertama se-Kota Pekanbaru dengan SHU UEK Rp67,59 juta dan SHU simpan pinjam Rp117,36 juta.
Ketua UEK-SP Fajar Kehidupan, Yusak, mengatakan, UEK-SP berdiri sejak 2005 dengan dana awal Rp500 juta dari Pemprov Riau. Hingga 2025, dana berkembang menjadi Rp971,5 juta dan digulirkan ke berbagai sektor usaha, termasuk pertanian, perdagangan, perkebunan, industri kecil, pinjaman konsumtif, dan kredit barang, dengan usaha perdagangan sebagai sektor dominan.
“Jumlah pemanfaat aktif tercatat 503 orang dengan saldo pinjaman Rp919,5 juta dan tingkat pengembalian 99,89 persen. Total SHU bersih meningkat sekitar Rp44,51 juta dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Yusak.
Selain aspek ekonomi, UEK-SP Fajar Kehidupan juga menjalankan fungsi sosial, menyalurkan bantuan 30 paket sembako untuk warga kurang mampu. Pengelolaan inventaris operasional telah dilengkapi, mulai dari peralatan kantor hingga sarana keamanan.
Meski menghadapi kendala tunggakan pinjaman, pengelola menerapkan langkah persuasif dan administratif, termasuk surat peringatan dan pengawasan langsung terhadap agunan pemanfaat. Tahun ini, UEK-SP Fajar Kehidupan berencana mengembangkan kredit barang, pinjaman konsumtif, serta membuka tabungan kurban dan umrah. (red)
