Walikota Pekanbaru Agung Nugroho
Dari Janji ke Bukti ; Dibawah Kepemimpinan Agung, Kota Pekanbaru Tancap Gas, Bukan sekedar Wacana
PEKANBARU – Sejak dipimpin Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan arah pembangunan yang semakin jelas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan tidak hanya menyasar percepatan pembangunan, tetapi juga memperkuat fondasi kota dalam jangka panjang. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kepemimpinan keduanya mampu menghadirkan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Transformasi pembangunan tersebut tercermin dari semakin terstruktur dan terintegrasinya program-program yang dijalankan di berbagai sektor. Pelayanan publik terus diperkuat agar lebih mudah diakses dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di sisi lain, pembenahan tata kelola pemerintahan dilakukan secara konsisten melalui penguatan sistem keuangan daerah, peningkatan kualitas aparatur, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sinergi kebijakan ini menjadi landasan penting dalam mendorong Pekanbaru menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. (5/5/2026)
Komitmen ini menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan responsif diwujudkan melalui kebijakan penurunan tarif parkir kendaraan bermotor yang secara langsung meringankan beban masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan riil warga.
Di sisi lain, kehadiran Mobil AMAN menjadi inovasi pelayanan jemput bola yang memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan, sehingga proses menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penataan kota dilakukan dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan. Penertiban 175 tiang reklame tidak hanya bertujuan memperbaiki estetika kota, tetapi juga menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Di sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah terus digalakkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan. Program ini diperkuat dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan yang berperan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain itu, tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam penanganan banjir, pemerintah mengambil langkah yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga solutif dan berjangka panjang.
Penanganan dilakukan pada 20 titik rawan banjir yang selama ini menjadi sumber permasalahan, disertai normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer untuk meningkatkan kapasitas aliran air. Selain itu, pembenahan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer dilakukan secara bertahap guna memastikan sistem pengairan kota berfungsi optimal.
Upaya ini semakin diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi ekologis dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Hijau.
Kepedulian sosial Pemerintah Kota Pekanbaru juga tercermin melalui bantuan kepada daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masing-masing sebesar Rp3 miliar dan Rp1,5 miliar. Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi bencana.
Di bidang pendidikan, perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia diwujudkan melalui program beasiswa yang mencakup jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an.
Program ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing. Sementara itu, Program Zero Putus Sekolah menunjukkan hasil nyata dengan menjaring 1.778 anak yang berpotensi putus sekolah serta berhasil mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
Tidak sampai disitu, Pemerintah juga hadir memberikan solusi terhadap persoalan ijazah tertahan serta membantu pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.
Penguatan pendidikan sejak usia dini menjadi perhatian serius melalui dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun. Kehadiran 1 PAUD di setiap kelurahan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini.
Program ini terintegrasi dengan layanan posyandu serta peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan yang berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam menekan angka stunting
Di sektor kesehatan, berbagai langkah nyata terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan secara dini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan status gizi masyarakat serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Disisi lain, Capaian di bidang keagamaan dan budaya turut memperkuat identitas daerah. Keberhasilan meraih Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau menjadi bukti kualitas pembinaan keagamaan yang terus ditingkatkan. Selain itu, suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-57 tingkat kota menunjukkan kemampuan Pekanbaru dalam menggelar kegiatan keagamaan berskala besar.
Festival Kreatif Budaya Melayu juga menjadi wadah penting dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Dorongan terhadap gaya hidup sehat masyarakat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang bersifat partisipatif dan inklusif. Penyelenggaraan Pekanbaru 10K tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membangun semangat kebersamaan serta kesadaran akan pentingnya hidup aktif dan sehat.
Kehadiran Stadion Mini Gelora Hang Tuah semakin melengkapi sarana olahraga yang representatif, memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik secara nyaman dan berkelanjutan.
Dalam aspek pemberdayaan, program Rp100 juta per RW menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan di tingkat lingkungan. Program ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menentukan prioritas pembangunan secara langsung
Selain itu , Penguatan aparatur juga terus dilakukan melalui pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kinerja pegawai.

Pembangunan infrastruktur menunjukkan capaian yang signifikan dan berdampak luas. Perbaikan lebih dari 42 kilometer jalan meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat dimulai dari Peremajaan 42 halte memberikan kenyamanan bagi pengguna transportasi umum, sementara pemasangan lampu penerangan jalan meningkatkan keamanan di malam hari.
Penyediaan wifi gratis di sejumlah titik strategis juga menjadi langkah maju dalam mendukung transformasi digital. Di sisi lain, pelaksanaan bazaar pangan murah di 50 lokasi menjadi upaya konkret dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dari sisi tata kelola keuangan, keberhasilan melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar menjadi capaian penting dalam memperkuat stabilitas fiskal daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menata keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.
Selain itu, percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1 jam menjadi bukti nyata reformasi birokrasi yang mendukung kemudahan investasi.
Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 yang mampu memberikan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat.
Inovasi di sektor lingkungan juga terus dikembangkan melalui proyek waste to energy (WTE) yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Seluruh capaian tersebut semakin diperkuat dengan pengakuan di tingkat nasional. Hal ini di tandai dengan Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil meraih peringkat dua dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, khususnya dalam keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Pekanbaru sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata dan komitmen dalam membangun kota.
Rangkaian capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan di Pekanbaru tidak hanya berjalan, tetapi bergerak dengan arah yang jelas dan terukur.
Satu per satu program yang dijalankan menjadi bukti konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan, sekaligus mempertegas komitmen dalam menghadirkan perubahan nyata menuju kota yang lebih maju, tertata, dan berdaya saing.
Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) dan Pembangunan Pekanbaru
Sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan pusat, Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mendorong realisasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN).
Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Pekanbaru tidak hanya bergerak di level daerah, tetapi juga selaras dengan arah pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, telah tersedia 27 dapur umum MBG yang beroperasi secara aktif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Setiap dapur umum mampu menyiapkan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi makanan bergizi per hari.
Program ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif di masa depan.
Di sektor ekonomi kerakyatan, penguatan kelembagaan dilakukan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih yang telah mencapai 83 koperasi berbadan hukum di setiap kelurahan. Keberadaan koperasi ini menjadi pilar penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat sektor usaha kecil, serta menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam bidang pendidikan, transformasi menuju sistem yang lebih modern terus dilakukan melalui program digitalisasi pendidikan. Implementasi teknologi pembelajaran seperti smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat masih dalam tahap persiapan dengan lahan yang telah tersedia, sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Sementara itu, aktivitas pendidikan juga telah berjalan di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial, yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif.
Upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan melalui berbagai intervensi yang terarah. Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan kemiskinan ekstrem, tetapi juga mendorong pengembangan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Di sektor lingkungan, pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu dengan mengembangkan sistem yang mencakup pengangkutan, pengolahan, hingga pengurangan timbulan sampah.
Peran Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap kelurahan menjadi kunci dalam memastikan sistem ini berjalan efektif dan berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam bidang perumahan, program pembangunan rumah swadaya juga terus digalakkan. Pemerintah berhasil membangun 42 unit rumah layak huni baru serta melakukan rehabilitasi terhadap 12 unit rumah.
Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur energi juga menjadi bagian dari percepatan pembangunan.
Program gas kota telah menjangkau sekitar 20 ribu sambungan rumah, memberikan kemudahan akses energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Melalui berbagai program strategis nasional yang diakselerasi ini, Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya terfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
