PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memaparkan berbagai capaian, langkah, dan upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru selama 1 tahun 4 bulan terakhir dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).
Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Pekanbaru tersebut dipimpin Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, dan dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Agung menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.
“Pembangunan bukan sekadar tentang apa yang direncanakan, tetapi tentang apa yang telah dikerjakan, sedang diwujudkan, dan akan terus disempurnakan ke depan,” ujarnya.
Agung menjelaskan, terdapat tujuh capaian utama yang menjadi fokus pembangunan selama masa kepemimpinannya.
Pertama, penguatan tata kelola keuangan daerah dan kemandirian fiskal. Pemko Pekanbaru berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak dari Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025. Peningkatan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat.
Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan wajah kota. Sepanjang 2025, Pemko Pekanbaru berhasil memperbaiki 42 kilometer jalan melalui sistem overlay atau pengaspalan ulang, melampaui target awal sepanjang 20 kilometer.
Ketiga, penguatan pengelolaan persampahan dan lingkungan hidup. Pemko telah membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan, menjalankan Gerakan Pekanbaru Bersih, serta melakukan penanaman pohon guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Keempat, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting. Pada 2025, sebanyak 1.778 anak berhasil dikembalikan ke bangku sekolah, sementara sekitar 3.000 kasus stunting berhasil ditangani.
Kelima, penguatan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui program nikah massal gratis yang diikuti 71 pasangan, perluasan bantuan sosial, serta dukungan terhadap pertumbuhan UMKM.
Keenam, transformasi pelayanan publik dan birokrasi. Pemko menghadirkan Mobil AMAN untuk mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat, memperbaiki sistem persetujuan bangunan gedung yang lebih transparan, serta menyediakan layanan internet gratis untuk mendukung akses informasi publik.
Ketujuh, menyiapkan Pekanbaru sebagai kota modern dan berkelanjutan. Pada 2026, Pemko mulai melakukan uji coba operasional bus listrik sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan.
Menurut Agung, berbagai program yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 7,9 persen.
“Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, investasi, dan konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (Red)
