PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menstabilkan harga kebutuhan masyarakat melalui kegiatan operasi pasar murah.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat.
“Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty, Senin (12/10/2026).
Tetty menjelaskan, operasi pasar murah pekan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 12–16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut tersebar di lima lokasi di Kota Pekanbaru untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan.
Pada Senin (12/10/2026), operasi pasar murah digelar di halaman Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat.
Selanjutnya, pada Selasa (13/10/2026), kegiatan berlangsung di pekarangan Kantor Lurah Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya. Kemudian, pada Rabu (14/10/2026), masyarakat dapat mengunjungi operasi pasar murah di halaman Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur.
Sementara itu, pada Kamis (15/10/2026), kegiatan dilaksanakan di halaman Masjid Paripurna Al Hasanah, Kelurahan Melabung, Kecamatan Tenayan Raya. Adapun lokasi terakhir pada Jumat (16/10/2026) berada di halaman Kantor Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai.
Selain menyediakan bahan pokok, operasi pasar murah ini juga menawarkan sejumlah komoditas dengan harga yang telah ditentukan. Untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harganya Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara itu, beras Anak Daro dan beras Sokan dijual dengan harga Rp169.000 per 10 kilogram atau Rp84.500 per 5 kilogram.
Untuk komoditas lainnya, gula pasir dibanderol Rp18.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan Minyakita dijual Rp15.500 per bungkus.
Adapun garam Krista dijual Rp2.000 per kemasan 200 gram dan garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram. Sementara itu, telur dijual dengan harga Rp49.000 per papan.
Tetty mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal dan mengikuti aturan antrean sehingga pelaksanaan operasi pasar murah dapat berjalan tertib dan lancar.
“Pasar murah akan dimulai pada pukul 08.30 WIB. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya. (Mcr)
