Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Wali Kota Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kembali mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kualitas udara di Kota Pekanbaru yang berada dalam kategori tidak sehat akibat asap kebakaran lahan. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta tetap menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Karena kondisi saat ini dari BMKG dan ISPU menunjukkan kualitas udara berbahaya,” kata Wali Kota Agung, Rabu (26/8/2026).

Agung mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta dampak asap yang ditimbulkan.

Salah satu langkah yang diterapkan yakni memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak awal pekan ini, dengan kegiatan belajar dilakukan dari rumah hingga Jumat (28/8/2026).

Di sisi lain, penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama. Pemko Pekanbaru bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, serta seluruh unsur terkait untuk melakukan penanganan kebakaran di lapangan.

Agung menyebutkan, petugas terus bekerja siang dan malam dalam upaya menangani karhutla. Namun, di tengah berbagai ikhtiar tersebut, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.

“Kita sudah berikhtiar di darat. Petugas kita bekerja siang dan malam. Hari ini kita mengetuk pintu langit dengan melaksanakan salat Istisqa. Kita memohon kepada Allah SWT, turunkanlah hujan yang membawa rahmat, bersihkan udara kita, padamkan api dan jauhkan masyarakat dari segala musibah,” ujar Agung.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah menggelar salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun, udara kembali bersih, serta kebakaran lahan yang terjadi dapat dipadamkan.

Selain penanganan karhutla di lapangan, Pemko Pekanbaru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kondisi kedaruratan lainnya.

Laporan dapat disampaikan melalui TRC 112 Pekanbaru AMAN, layanan kedaruratan 24 jam yang dapat diakses masyarakat secara gratis.