Wako Tegaskan Satpol PP Pekanbaru Harus Profesional, Larang Pungli ke PKL

PEKANBARU – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan wajah kota.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak melakukan praktik pungutan liar (pungli), khususnya terhadap pedagang kaki lima (PKL).

Penegasan itu disampaikan Agung saat memberikan arahan di Kantor Satpol PP Pekanbaru, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, Kota Pekanbaru merupakan pintu gerbang sekaligus wajah Provinsi Riau. Karena itu, seluruh aparatur, termasuk Satpol PP, harus menunjukkan sikap rapi, profesional, dan berintegritas.

“Tidak boleh lagi ada petugas Satpol PP yang meminta atau memungut uang dari PKL, termasuk dengan dalih penitipan gerobak atau lapak. Kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) bukan tempat penyimpanan gerobak karena dapat merusak estetika lingkungan,” tegasnya saat memimpin gotong royong dan lari pagi bersama personel.

Agung juga menekankan pentingnya patroli rutin guna menjaga ketertiban umum. Ia menilai peningkatan kesejahteraan yang telah diberikan pemerintah, seperti kenaikan gaji, harus diimbangi dengan kinerja yang lebih baik dan disiplin tinggi.

Selain itu, Satpol PP dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja organisasi perangkat daerah lainnya, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial.

“Satpol PP adalah pasukan utama dalam menertibkan dan menyukseskan program pembangunan di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana memusatkan operasional Satpol PP di kantor baru yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Kantor Unit Pelaksana Teknis Metrologi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pengawasan.

Agung juga menyoroti pentingnya keseragaman dan kerapian personel, mulai dari pakaian dinas, sepatu, hingga penampilan fisik seperti potongan rambut. Ia menegaskan Satpol PP harus menjadi contoh bagi masyarakat.

Tak hanya itu, peningkatan kebugaran fisik juga menjadi perhatian, dengan menetapkan standar minimal kemampuan berlari sejauh lima kilometer guna menunjang kesiapan di lapangan.

“Sebagai bentuk perhatian, kami juga akan memberikan bantuan sembako kepada personel. Namun kesejahteraan tersebut harus dibarengi dengan integritas dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” ucapnya.

Dalam penegakan ketertiban, Agung mengingatkan agar petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif tanpa tindakan kasar. Namun, terhadap aksi premanisme, ia menyatakan sikap tegas.

“Saya tidak akan membiarkan premanisme di Pekanbaru. Jika Satpol PP tidak berani, saya yang akan turun langsung,” pungkasnya. (Red)