PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama unsur kepolisian menggelar kegiatan kurve atau kerja bakti massal secara serentak, Jumat (6/2/2026) pagi. Kegiatan gotong royong ini menjadi langkah awal penguatan budaya hidup bersih dan sehat di Kota Bertuah.
Kurve serentak dipusatkan di Taman Labuai, kawasan Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman, dan dibuka secara resmi oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Brigjen Pol Hengki Haryadi, serta Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pelaksanaan kurve serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional bersama seluruh kepala daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, beberapa waktu lalu.
“Hari ini menjadi kick off atau permulaan pelaksanaan kurve serentak di Kota Pekanbaru,” ujar Markarius usai mengikuti kegiatan.
Ia menjelaskan, gotong royong tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Di lingkungan Pemko Pekanbaru sendiri, arahan Presiden telah ditindaklanjuti Wali Kota Agung Nugroho dengan mewajibkan seluruh pegawai melaksanakan gotong royong setiap pagi sebelum jam kerja.
“Seluruh pegawai melaksanakan gotong royong selama 30 menit sebelum mulai bekerja, membersihkan lingkungan kantor masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menjadwalkan pelaksanaan gotong royong serentak setiap pekan di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Pemko Pekanbaru akan bersinergi dengan Polresta Pekanbaru sesuai arahan Kapolda Riau.
“Insyaallah, ke depan kita akan rutin bergotong royong bersama Polresta agar kegiatan ini berjalan berkesinambungan,” ungkap Markarius.
Ia menambahkan, fokus utama kurve akan menyasar fasilitas pelayanan publik, seperti Mal Pelayanan Publik (MPP), puskesmas, kantor kelurahan, dan lokasi pelayanan masyarakat lainnya.
“Fasilitas pelayanan publik harus bersih. Kita juga menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kondisi kantor kelurahan yang dinilai kurang layak karena kebersihan. Ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Meski kondisi kebersihan Kota Pekanbaru dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Markarius menegaskan bahwa Pemko tidak ingin cepat berpuas diri.
“Kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya tampilan luar kota, tetapi juga kebersihan ruang-ruang pelayanan publik di dalam kantor,” pungkasnya. )(red)
