PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam membangun karakter generasi Qurani melalui penguatan pendidikan keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pekanbaru Cinta Alquran, sebagai upaya menjadikan Pekanbaru kota yang berbudaya, religius, dan berakhlak Qurani.
Komitmen ini disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Syamsuwir, saat menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Ar Rahman, Selasa (3/2/2026).
Dalam sambutannya, Syamsuwir mengajak seluruh jemaah menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum untuk meneladani nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan tonggak penting dalam sejarah Islam. Dari peristiwa ini, Allah SWT mewajibkan salat lima waktu kepada umat Islam,” ujarnya.
Ia menegaskan, salat merupakan pembeda antara keimanan dan kelalaian, sekaligus menjadi tiang agama serta penguat akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peringatan Isra Mikraj juga mengajarkan bahwa kemajuan umat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kekuatan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak generasi penerus,” kata Syamsuwir.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemko Pekanbaru terus berkomitmen membumikan nilai-nilai Alquran melalui Program Pekanbaru Cinta Alquran yang dijalankan dengan sejumlah langkah strategis.
Pertama, Pemko Pekanbaru melibatkan seluruh lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) se-Kota Pekanbaru sebagai mitra utama dalam pembinaan pendidikan keagamaan anak sejak usia dini. MDTU dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Alquran, akidah, dan akhlak.
Kedua, Pemko Pekanbaru menetapkan ijazah MDTU sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kebijakan ini bertujuan memastikan peserta didik memiliki dasar keislaman serta kemampuan membaca Alquran sebelum menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Ketiga, Pemko Pekanbaru memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru MDTU melalui pemberian insentif selama 12 bulan dalam satu tahun sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.
“Kami yakin, dengan memperkuat pendidikan keagamaan, membumikan Alquran, serta menyejahterakan para pendidik, Pekanbaru akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan luhur dalam akhlak,” ucap Syamsuwir.
Sementara itu, Ketua MDTU Pekanbaru sekaligus Kepala SMP Negeri 46 Pekanbaru, Kazwaini Munir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyambutan bulan suci Ramadan bagi para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
Ia mengatakan, kehadiran Pemko Pekanbaru dalam kegiatan tersebut memberikan arahan sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya mencerdaskan anak-anak melalui Program Pekanbaru Cinta Alquran.
“Tujuan utama kami adalah agar anak-anak sejak masuk sekolah dasar hingga sekolah menengah mampu membaca Alquran dengan baik dan benar,” ujarnya.
Kazwaini juga berharap Pemko Pekanbaru terus memberikan perhatian kepada para guru MDTA melalui pemberian insentif yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Majelis Kerja Kepala Madrasah (MK2) Kota Pekanbaru menjelang peringatan Isra Mikraj. Dua lomba utama yang digelar, yakni lomba cerdas cermat dan tahfiz Alquran, berlangsung meriah dan kompetitif.
