PEKANBARU – Gerakan Subuh Berjamaah (GSSB) Riau kembali menegaskan perannya sebagai ruang pemersatu umat dan aparat negara melalui pelaksanaan GSSB ke-271, yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) di Masjid Paripurna Nurul Iman, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena menyatukan unsur TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam satu saf shalat Subuh berjamaah. Kehadiran tiga perwira tinggi berbintang mencerminkan kuatnya sinergi aparat negara dalam membangun harmoni sosial dan keagamaan di Bumi Lancang Kuning.
Tiga jenderal yang hadir yakni Brigjen TNI (Purn) H. Edi Natar Nasution, Ketua Dewan Penasihat GSSB Riau sekaligus mantan Gubernur Riau, Brigjen TNI H. Rudi Hermawan, Kasdam XIX Tuanku Tambusai, serta Brigjen Pol. Hengki Hariadi, Wakapolda Riau yang baru dilantik.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal pelaksanaan shalat Subuh berjamaah. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa ibadah dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan keamanan wilayah.
Ketua GSSB Riau KH. Zulhusni Domo menyampaikan bahwa GSSB tidak hanya dimaknai sebagai gerakan ibadah semata, tetapi juga sarana silaturahmi strategis yang mempertemukan umat, aparat keamanan, dan pemerintah dalam satu visi kebangsaan.
“Ketika TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bersatu dalam iman dan kebersamaan, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh,” ujarnya. Menurutnya, shalat berjamaah mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi media dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat.
Dalam tausiyah singkatnya, Brigjen TNI (Purn) Edi Natar Nasution mengajak masyarakat untuk terus menjaga shalat berjamaah serta memperkuat silaturahmi melalui GSSB yang telah berjalan hampir satu dekade dan menyambangi ratusan masjid di berbagai daerah di Riau.
Sementara itu, Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Hariadi menyampaikan apresiasi terhadap GSSB Riau sebagai gerakan dakwah yang sejalan dengan visi Polri dalam membina masyarakat menuju situasi yang aman dan tertib. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal senada disampaikan Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI H. Rudi Hermawan yang menegaskan pentingnya kebersamaan TNI, Polri, dan masyarakat dalam menciptakan kondisi nasional yang aman, damai, dan kondusif.
Selain kegiatan ibadah, GSSB ke-271 juga dirangkai dengan aksi sosial kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada puluhan kepala keluarga terdampak bencana.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, shalat sunnah, serta ramah tamah jamaah. Pelaksanaan GSSB ke-271 kembali menegaskan bahwa pendekatan keagamaan yang inklusif dan kolaboratif mampu menjadi perekat persatuan bangsa, khususnya dalam memperkuat sinergi TNI–Polri dan masyarakat di daerah. (Hs)
