Tausiyah Dzuhur oleh ustad Chairul Ichwan. S.PDI tentang pentingnya meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan ke agungan dan kebesaran Allah SWT

Nasional109 Dilihat

Pekanbaru – Apa sulitnya jika kita mencoba meluangkan sebagian waktu kita dalam sehari semalam untuk memikirkan kebesaran dan keagungan Allah Subhaanahu wata’ala ucap ustad Chairul Ichwan. S. PDI saat mengisi tausiyah di selepas ba’da Dzuhur di mesjid Al Mizan kejaksaan tinggi riau.

Tausiyah tersebut di ikuti oleh seluruh pegawai kejaksaan tinggi Riau yang beragama islam Selasa (29/8/2023).

Kegiatan tausiyah tersebut di sampaikan oleh kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto, SH. MH melalui siaran persnya (29/8/2023).

Kasi Penkum menjelaskan bahwa dalam penyampaiannya Ust. Chairul Ichwan, S. PDI menyampaikan Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Syaikh Wahab bin Munabbih Rahmatullah ‘alaih bercerita, “Ketika Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma telah lanjut usia dan matanya buta, aku pernah membawanya ke Masjidil Haram. Setibanya di sana, terdengar suara orang bertengkar. la berkata kepadaku, ‘Bawa aku ke sana. Aku pun membawanya ke sana. la langsung memberi salam dan mereka mempersilakannya duduk, namun ia menolak. la berkata, ‘Kalian tidak mengetahui bahwa hamba-hamba Allah Subhaanahu wata’ala yang istimewa lalah mereka yang perasaan takutnya kepada Allah Subhaanahu wata’ala membuatnya diam. Padahal ia tidak udzur atau bisu, bahkan ia fasih dan pandai berbicara. Tetapi karena sibuk mengingat keagungan Allah Subhaanahu wata’ala, menjadikan pikirannya terhenti, hatinya remuk, dan lisannya membisu. Jika perasaan takut mereka semakin mendalam, maka mereka segera mengerjakan kebaikan. Kalian semua telah menyeleweng jauh dari mereka!”” Syaikh Wahab bin Munabbih Rahmatullah ‘alaih berkata, “Setelah kejadian tersebut, aku tidak pernah lagi melihat dua orang kumpul-kumpul di Masjidil Haram.”

Selanjutnya Ust. Chairul Ichwan, S. PDI menyampaikan Karena kedalaman perasaan takut Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma kepada Allah Subhaanahu wata’ala, ia sering menangis, sehingga tampak dua bekas aliran air mata di wajahnya. Dalam kisah di atas, Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma telah memberikan suatu cara yang memudahkan beramal shalih, yaitu memikirkan kebesaran dan keagungan Allah Subhaanahu wata’ala. Dengan cara itu, kita akan mudah mengerjakan setiap kebaikan dan pasti penuh keikhlasan. Apa sulitnya jika kita mencoba meluangkan sebagian waktu kita dalam sehari semalam untuk memikirkan kebesaran dan keagungan Allah Subhaanahu wata’ala.

Sumber kasi Penkum Kejati Riau
Sf